Friday, October 7, 2011
Menemukanmu . . . .
Seperti baru saja kutemukan candu yang telah lama tak kuingat. Kutemukan candu bernama cinta. Kuresapi maknanya, kunikmati, dan kusyukuri cinta ini. Dan hebatnya, Tuhan memilihmu untuk menyampaikan cinta itu padaku. Tuhan menciptakan ketertarikan dan keterpautan hati diantara kita. Kita berdua. Harmoni yang tak pernah kita tahu titi nada apa saja yang membentuknya. Kita hanya tahu bahwa perasaan cinta ini sangat mengagumkan. Harmoni manis ini amat mengesankan. Cukup itu. Malas sekali untuk menemukan alas an untuk menjawab pertanyaan, “Mengapa bisa terjadi cinta?” Sangat malas untuk kujawab. Sebab memang hukum yang berbunyi “Siapa yang tahu datangnya cinta?” memang masih sangat berlaku bagiku, mungkin juga bagimu.
Sayang, aku menemukanmu kebahagiaan tersendiri setiap kali memanggilmu dengan sapaan “sayang”. Bahagia sekali. Ketagihan. Dan yang terpenting, aku merasa sangat beruntung punya kekasih yang sangat menyayangiku. Persetan dengan masa laluku dan masa lalumu, persetan semua perbedaan, persetan aku tak sexi, persetan kau hitam, persetan aku jarang mandi, dan persetan dengan semua orang dan keadaan yang tak menghendaki. Cinta kita, aku tetap padamu. Dunia yang tadinya amat keruh dan murung, dunia yang tadinya selau kubuat risih karena air mataku, sekarang kau cerahkan. Kau sangat tak terduga . . . Kau ini kejutan. . . Kejutan termanis bagiku, Sayang. . .
Kejutan. . .
Kau memang kejutan untukku. Datang tak dijemput, pulang bikin penasaran ! hahah. Lelucon – leluconmu yang memang lucu, segar, dan terdengar “sinting” memang kuakui : NGANGENIN!!! Jangan heran kalua sejak awal kita kenal aku selalu ketagihan. Banyak orang yang lucu, tapi sedikit yang cerdas dalam leluconnya. Kau boleh GE-ER! sebab memang leluconmu selalu menggelitik urat tawaku. Betapa sintingnya dirimu ini. Mana tahan ! hahaha.
Sayang, kau menjatuhiku kehangatan cinta yang luar biasa. Aku yang sejak awal memang telah “gila” jadi semakin menghayati kegilaanku. Aku “gila” menikmati kegilaan yang secara mengejutkan kauhadiahkan. Dan aku menyerah, kalah, pasrah. Aku menyerah padamu. Aku pasrah mencintaimu. Sayang, how much I love you. . . . . .
“Gak boleh bosen!”
Diingat – ingat ya, sayang, slogan kita di atas! Itu pegangan bagi kita untuk selalu jaga hati kita. Harus selalu ingat dan meresap di hati kita! :’) Papa, I love you. . . .
Kalau boleh jujur, hatiku bergetar tiap kali kukatakan cinta. Entah. Kau punya kekuatan yang aneh. Magnet penjerat hatiku yang dahsyat --- meski kutahu kau sinting. Hahaha. . . Dalam waktu singkat, beberapa minggu saja mampu menundukkan tengkukku. Hingga kuakui dengan amat sadar dan waras bahwa aku mencintaimu. Malam itu, meski dihantarkan oleh pesan singkat --- sebab kita berjauhan --- layar hape terlihat amat manis dan romantis khas anak Punk. :’)
Oh God. . . .
Sejak saat itu aku selalu bergantung padamu. . . Mengapa ? Sebab kau telah mengaku bahawa kau mencintaiku. Aku makin gila! Huwaaaahh…… Dan kita kukuhkan perasaan kita dalam sebuah putusan yang menyatakan : Kita pacaran. 16 November malam, berlatar takbir Idul Adha yang suci. Aku dan kau sama – sama menunjukkan raut muka malu bercampur haru. Benar – benar suasana sinting dan aneh yang menyentuh. Kau kembali berkata cinta dan menyodorkan sebuah tawaran status baru, lalu kuterima. Seperti biasa, kuawali jawabanku dengan cengar – cengir tak jelas. Tapi aku serius! Sayang, I love you! I love you! And I love you! Berapa ratus atau bahkan ribuan kalimat sederhana ini terbukti ampuh menghantarkan makna terdalam dari sebuah perasaan yang susah diungkap: Cinta. Begitu berbincang denganmu --- secara langsung, via telepon , atau sekedar sms, atau Facebook sekalipun --- kalimat sederhana ini rasanya ingin meluncur dari hati. Hahhh!! Kadang terasa sesak bukan buatan! Lalu kalau sudah begitu, rasanya ingin melompat sejadi – jadinya dari tempatku berada. Gila! Memang gila! Kau gila! Aku pun gila! Astaghfirullah. . . . :’)
Kau tahu, grafik rasa sayang, cinta, dan rindu makin hari makin menggila. Merangkak naik signifikan. Tak terbantah! Huh! Hahaha. Kadan gemas sendiri, bertanya – tanya, tapi tetap tak terjawab. Mungkin Tuhan telah men-set perasaan ini terus memuncak dengan berpijak pada asas yang berbunyi : don’t question “why” even “how”! Dan mengapa bisa kau? Kau yang dipertemukan Tuhan dengan hal sepele : lirik lagu? Mengapa bisa sesederhana itu? Entahlah. . . :’). Yang terpenting sekarang adalah nikmati rasa indah nan manis ini bersama. Mensyukuri rasa ini dengan tetap menjaga perasaan masing – masing. Memelihara rasa ini dengan selalu memberikan pupuk cinta terbaik untuk semakin memperidah bunga kita. Sayang, I love you!
Cemburu. . . .
Sayang, cemburu memang kerap kita rasakan. Keberadaannya memang tak terelakkan. Ia hadir bersama dengan rasa cinta, seperti halnya rindu. Ceburu sangat manusiawi. Namun ketika kita tengah disiksa cemburu, jangan berlama – lama memeliharanya. Kita harus selalu ingat dengan penawar atas segala keresahan dan kegamangannya : saling percaya. Aku percaya padamu. Kau pun percaya padaku. Maka semua akan bisa kita atasi. Kita yang sering saling berjauhan semoga tetap selalu memelihara perasaan masing – masing. Tak ada yang benar – benar sulit bila kita yakin bias mengatasi.
Sayang, I love you. . . .
Jaga kesehatan, jaga perbuatan, jaga hati, sholat fardhu lima waktu, maem, jangan nakal, dan yang paling kutegaskan,
Kurangi intensitas merokok !!! :’)
Sayang, baik – baik ya . . . . . . .
By : Vivo Odd-mOm
To : Pangeran X-Nyamat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment